4 Februari 2009

Tersambar Petir, Bocah Jombang Jadi Tabib

Posted in Berita pada 03:21 oleh julyan rachmawan

JOMBANG – Ponari (9), tiba-tiba menjadi pembicaraan warga Jombang. Bocah SD ini dipercaya memiliki kemampuan supranatural yang bisa menyembuhkan orang sakit.

Kabar tersebut dengan cepat menyebar sehingga rumahnya di Dusun Kedungari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur selalu didatangi ratusan orang yang ingin berobat.

Yang membuat Ponari mendadak dicari banyak orang karena dia memiliki sebuah batu berukuran sebesar telur ayam berwarna kuning, yang dianggap memiliki khasiat yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Menurut warga sekitar, kisah kesaktian Ponari berawal sekira dua bulan lalu setelah Ponari tersambar petir saat hujan deras mengguyur desanya. Saat itu, Ponari mendapati sebuah batu yang menempel di kepalanya. Atas saran kakeknya, batu tersebut pun dibuang.Konon batu tersebut sudah tiga kali dibuang, namun selalu kembali “ke tangan” Ponari.

Keluarganya pun langsung beranggapan bahwa batu tersebut memiliki tuah. Setelah dicoba dengan menyelupkan batu tersebut ke air dan meminum airnya, ternyata keluarganya yang mengalami keluhan penyakit, merasa telah sembuh.

Kabar itu pun menyebar. Menurut kepala desa setempat, Nilaretno, sudah sekira dua minggu terakhir ini rumah Ponari selalu didatangi warga yang ingin berobat.

Saking banyaknya, kemarin, dua pasien yang ingin berobat meninggal dunia akibat kelelahan berdesak-desakan dalam antrean.

Agar peristiwa serupa tidak terulang, hari ini polisi melarang warga untuk berobat kepada Ponari. Di depan jalan masuk menuju rumahnya, polisi memasang plang dan meminta warga yang ingin berobat untuk kembali pulang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pukul 13.00 WIB, puluhan calon pasien nampak tersebar di sepanjang jalan desa, berharap polisi akan memperbolehkan mereka berobat.

Ponari sendiri saat ini belum dapat ditemui. Namun Nilaretno menunjukkan foto batu ?bertuah’ itu dari ponselnya. Batu yang terlihat berwarna seperti emas itu menurut dia jika dilihat langsung sebenarnya berwana kuning.

Dia juga bercerita bahwa, dalam menyembuhkan pasien, Ponari hanya mencelupkan batu tersebut ke dalam air, kemudian sang pasien diminta untuk meminum airnya. “Ada beberapa orang yang lumpuh bisa sembuh,” kata Nilaretno.

Menurut Nilaretno, Ponari tidak memberikan tarif kepada pasiennya. Namun bagi pasien yang ingin memberikan uang, syaratnya tidak boleh lebih dari Rp15 ribu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: